LKPJ ini merupakan bentuk
pertanggungjawaban kepala daerah kepada DPRD sebagaimana diamanatkan dalam
Pasal 69 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, serta
Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2019 tentang Laporan dan Evaluasi Penyelenggaraan
Pemerintah Daerah. Dalam laporan ini, Wali Kota memaparkan capaian pembangunan
Kota Probolinggo sepanjang tahun 2024 berdasarkan visi dan misi yang telah
ditetapkan.
Prioritas Pembangunan Kota Probolinggo
Dalam pemaparannya, Wali Kota menegaskan bahwa pembangunan Kota Probolinggo
berlandaskan pada visi “Membangun Bersama Rakyat untuk Kota Probolinggo Lebih
Baik, Berkeadilan, Sejahtera, Transparan, Aman, dan Berkelanjutan.”
Adapun misi pembangunan yang menjadi fokus
utama pada tahun 2024 adalah:
1.
Pembangunan
ekonomi yang berdaya saing berbasis sektor potensial, dengan penekanan pada peningkatan
pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
2.
Penguatan
sumber daya manusia dan kesejahteraan sosial, melalui peningkatan kualitas pendidikan, layanan
kesehatan, dan pengentasan kemiskinan.
3.
Pengembangan
infrastruktur dan lingkungan hidup yang berkelanjutan, untuk mendukung pertumbuhan kota yang
tertata dengan baik.
4.
Peningkatan
tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik, guna mewujudkan birokrasi yang efektif, efisien, dan
transparan.
Capaian
Kinerja Tahun 2024
Wali Kota melaporkan bahwa berbagai
indikator pembangunan Kota Probolinggo menunjukkan hasil yang cukup positif.
Pertumbuhan ekonomi tercatat sebesar 5,15%, meskipun mengalami sedikit
perlambatan dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 6,04%.
Dari aspek kesejahteraan masyarakat, Indeks
Pembangunan Manusia (IPM) meningkat dari 76,93 menjadi 77,79, mencerminkan
peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, dan daya beli masyarakat. Sementara
itu, persentase penduduk miskin menurun dari 6,48% menjadi 6,18%, menunjukkan
keberhasilan program sosial dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Pada sektor pelayanan publik, Indeks
Reformasi Birokrasi (IRB) mengalami peningkatan signifikan dari 76,13 menjadi
85,85, yang mencerminkan peningkatan kualitas layanan administrasi dan
transparansi pemerintah daerah.
Dalam bidang infrastruktur dan lingkungan
hidup, Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) mengalami sedikit penurunan dari
61,69 menjadi 58,17, menandakan adanya tantangan dalam menjaga kelestarian
lingkungan di tengah pembangunan yang terus berkembang.
Pendapatan
dan Belanja Daerah
Laporan keuangan daerah juga menjadi bagian
penting dalam LKPJ yang disampaikan Wali Kota. Sepanjang tahun 2024, Pendapatan
Daerah Kota Probolinggo mencapai Rp992,7 miliar, atau 102,96% dari target yang
telah ditetapkan. Sumber utama pendapatan daerah berasal dari Pendapatan Asli
Daerah (PAD) sebesar Rp206,34 miliar, dengan pajak daerah sebagai penyumbang
terbesar yang mencapai Rp63,36 miliar.
Di sisi lain, Belanja Daerah tercatat
sebesar Rp1,03 triliun, dengan realisasi 94,50% dari total anggaran. Komponen
terbesar dalam belanja daerah adalah belanja operasional, yang meliputi belanja
pegawai, barang dan jasa, serta hibah.
Wali Kota juga melaporkan bahwa penerimaan
pembiayaan daerah dari sisa lebih perhitungan anggaran tahun sebelumnya (SiLPA)
mencapai Rp135,45 miliar, yang akan digunakan untuk mendukung program
pembangunan di tahun 2025.
Prestasi
Kota Probolinggo Sepanjang Tahun 2024
Selain pencapaian dalam pembangunan, Kota
Probolinggo juga memperoleh berbagai penghargaan tingkat nasional sebagai
bentuk apresiasi terhadap kinerja pemerintah daerah. Beberapa penghargaan
tersebut antara lain:
1.
Opini
Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI, sebagai bukti tata kelola keuangan yang transparan dan
akuntabel.
2.
Piala Adipura, atas keberhasilan dalam menjaga kebersihan dan pengelolaan
lingkungan hidup.
3.
Penghargaan Universal Health Coverage (UHC), yang
menegaskan komitmen pemerintah dalam menjamin akses layanan kesehatan bagi
masyarakat.
4.
Penghargaan
di bidang pendidikan,
termasuk Medali Emas OSN Sains dan Juara I MTQ Korpri Tingkat Nasional.
5.
Sanitasi
Total Berbasis Masyarakat (STBM) Award, yang menunjukkan komitmen dalam meningkatkan
sanitasi dan kesehatan lingkungan.
6.
Innovative
Government Award, sebagai
apresiasi atas inovasi dalam tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik.
Harapan
dan Rencana Ke Depan
Menutup penyampaian LKPJ, Wali Kota
menyampaikan apresiasi kepada seluruh elemen masyarakat, DPRD, serta aparatur
pemerintah daerah yang telah bekerja keras dalam mewujudkan pembangunan Kota
Probolinggo yang lebih baik.
Ia menegaskan bahwa tantangan ke depan
semakin kompleks, terutama dalam menghadapi dinamika perekonomian, perubahan
iklim, dan tuntutan masyarakat terhadap pelayanan publik yang lebih baik. Oleh
karena itu, Wali Kota menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah,
DPRD, dunia usaha, dan masyarakat dalam membangun Kota Probolinggo yang lebih
maju dan sejahtera.
“Pembangunan yang kita jalankan ini bukan
hanya untuk saat ini, tetapi juga untuk generasi mendatang. Dengan semangat
kebersamaan dan kerja keras, saya yakin kita dapat membawa Kota Probolinggo ke
arah yang lebih baik lagi,” ujar Wali Kota dalam pidatonya.
Peran ASN
dalam Pembangunan Kota Probolinggo
Dalam pidatonya, Wali Kota menyoroti bahwa
keberhasilan pembangunan daerah tidak terlepas dari peran ASN sebagai ujung
tombak dalam pelaksanaan program pemerintah. Oleh karena itu, berbagai upaya
telah dilakukan untuk meningkatkan profesionalisme dan kinerja ASN, antara
lain:
- Peningkatan
Indeks Reformasi Birokrasi dari 76,13 menjadi 85,85, yang mencerminkan perbaikan dalam
sistem kerja pemerintahan, digitalisasi pelayanan, dan transparansi
birokrasi.
- Peningkatan
kapasitas dan kompetensi ASN melalui pelatihan serta pendidikan formal maupun nonformal.
- Penerapan
sistem meritokrasi,
di mana promosi dan pengisian jabatan dilakukan berdasarkan kompetensi dan
kinerja, bukan faktor lain seperti kedekatan politik.
- Digitalisasi
layanan pemerintahan
dengan memperkuat sistem e-Government untuk meningkatkan efisiensi dan
transparansi pelayanan publik.
- Peningkatan
kesejahteraan ASN,
termasuk optimalisasi tunjangan kinerja dan insentif berbasis capaian
kerja.
Komitmen
Pemerintah terhadap ASN yang Profesional dan Berintegritas
Wali Kota juga menekankan bahwa
keberhasilan reformasi birokrasi hanya dapat dicapai jika ASN bekerja dengan integritas,
profesionalisme, dan dedikasi tinggi. Oleh karena itu, pemerintah daerah
terus melakukan pengawasan terhadap kinerja ASN dan mendorong budaya kerja yang
lebih inovatif dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.
Sebagai bentuk apresiasi terhadap kinerja
ASN, beberapa pegawai yang berprestasi juga mendapatkan penghargaan, baik di
tingkat daerah maupun nasional. Salah satu pencapaian yang membanggakan adalah Juara
3 Kompetisi Keterampilan Instruktur Nasional IX, yang menunjukkan kualitas
SDM ASN Kota Probolinggo di tingkat nasional.
Harapan
ke Depan bagi ASN Kota Probolinggo
Menutup pembahasannya tentang ASN, Wali
Kota menegaskan bahwa pemerintah akan terus mendorong peningkatan kapasitas dan
kesejahteraan ASN agar semakin siap menghadapi tantangan dalam memberikan
pelayanan terbaik bagi masyarakat.
“ASN harus menjadi agen perubahan dalam
birokrasi. Reformasi birokrasi bukan sekadar kebijakan di atas kertas, tetapi
harus diwujudkan dalam kerja nyata dengan meningkatkan kualitas pelayanan,
disiplin, serta profesionalisme dalam setiap aspek tugasnya,” tegas Wali Kota
dalam pidatonya.
Rapat paripurna ini merupakan bagian dari proses evaluasi tahunan, di mana DPRD akan memberikan rekomendasi atas LKPJ yang telah disampaikan sebagai dasar penyempurnaan kebijakan pembangunan daerah di tahun-tahun berikutnya. (adip)
